Rabu, 26 Desember 2012

Sahabat yang tlah Pergi


 Ku termenung seorang diri
 Menatapi deburan ombak 
 Datang silih berganti tiada henti
 Hatiku gelisah, beribu pertanyaan menghantui pikiranku
 Kapan semua ini berakhir
 Kumenatapi batas lautan dan bentangan awan
 Nun jauh diujung pandanganku 
 Terlintas bayangan wajahnya dalam pikiranku
 Saat indah bersamanya telah terlewati
 Sahabat yang selalu ada dalam suka dan duka
 Sahabat yang memberi kerendahan hati untuk menerimaku apa adanya
 Kini usai sudah........
 Kematian telah memisahkan kita
 Tiada lagi canda tawa yang menghiasi hari
 Bulan berganti bulan,
 Bayang wajahnya selalu melekat dalam pikiranku
 Seakan dia masih bersama denganku
 Dekat dengan segala aktivitas kehidupanku
 Belum sepenuhnya kupercaya bahwa dia telah Tiada untuk selamanya
 Namun, kuharus menerima semua kenyataan yang ada
 Dia telah pergi untuk selamanya
 Kembali kepangkuan Sang Pencipta

 Selamat jalan sahabat...............

AGUS SETIAWAN


cinta yang kalut


dalam lamunan sepi ini
aku terdampar dalam kegelisahan
memikirkan semua tentang dirimu yang kalut
yang tak pernah mengerti semua tentang diriku
hanya ada saat kau sepi dalam kegelisahaan

dalam lamunan yang rumit ini
aku terhanyut dalam kisah tak tentu ini
kisah yang bingung aku cerna
kisah yang tak karuan rasanya
aku terpuruk oleh cintamu

dalam jalan yang terjal ini
aku selalu berjalan dengan sabar
mencoba meluruskan semuanya
tetapi kau tak pernah menghargai
sekarang semua kuserahkan pada angin
pada hari hari yang kian tua
kepada waktu yang bisa menjawab

teruntukmu
yang tak pernah menghargaiku

puing kepedihan


Sunyiku Berteman Kesendirian
Dibalik Cinta Yang T'lah Tenggelam
Kutinggalkan Telaga Yang Bening
Tuk Menghapus Kesunyian Dalam Kepedihan

Aku Terus Melangkah…
Walau Sambil Tertatih
Telaga Bagaikan Pulau Membentang…
Walau T'lah Jauh Aku Melangkah…
Walau Beribu Pulau T'lah ku Seberangi
Walau Jauh Didepan Mata…
Namun Aku Takbisa Lepas

Aku Berlayar…
Namun S'lalu Tenggelam
Aku Trus melangkah…
Walau Harus Tertatih
Luka Pedih Perih Dalam Jiwa Ini Mungkin Takkan Terobati
Cinta Memang Menyiksa…

Namun Mengapa Tak Pernah Hilang
Dibalik Puing-Puing Kepedihan Aku Bertanya…
Apa Arti Semua ini…
Mengapa Telaga Yanga Bening Dapat Menghanyutkan…
Hingga Membuat Luka Yang Sangat Dalam…
Sampai Kapankah Aku Dalam Kesendirian…
Sendiri…
Dibalik Puing-Puing Kepedihan

Kepergian mu


bila saat ini engkau ingin pergi,
aku akan merelakanmu demi kebahagiaanmu
aku ingin memastikan langkahmu adalah hal yang tepat untuk kita

apakah aku sanggup menghadapi siang malam,
hujan badai tanpamu

kini jejakmu telah hilang,
di telan badai saat kau lambaikan tanganmu


apakah mimpiku tetap berarti ,
walau engkau telah menghilang di gelapnya malam?

hilang sudah hidupku, dan aku tak pernah mengharapkan kau untuk kembali
biarkan kedamaian menjadi selimutku,
jangan kau kembali
aku takkan mengharapkanmu

Belom nemu judulnya


PEMBERIAN MU

Pelukkan Kehangatan
Ciuman kenikmatan
Membelai Tubuh Ku

Tawa Kemerduan
Senyum Kecantikan
Mewarnai Mata Ku

Perintah Kebaikan
Larangan Keburukan
Tertanam di Hati Ku 

Keikhlasan dan Ketulusan
Harapan dan Pengorbanan
Menyatu Kedalamnya 
Itu Serpihan-serpihan Kasih Sayang
Yang Kau Curahkan Pada Ku

BALASAN KU

Waktu Terus Berjalan
Ditemani Rasa Sayang Ku

Jantung Terus Berdetak
Diikuti Getaran Cinta Ku

Darah Terus Mengalir Disertai Aliran Kasih Ku

Napas Terus Berhembus
Diiringi Tiupan Kekaguman Ku

Rundukkan Padi
Lambangkan Penghormatan Ku

Nyanyian Burung
Lambangkan Pengabdian Ku

Guguran Dedaunan
Lambangkan Sehelai Balasan Ku

Atas Naungan Mu
Ku Berlindung
Bersama Mu....
Dan Hanya Untuk Mu

False Hopes


” …kau tawarkan ku sejuta harapan namun kenangan itu tak pernah hilang dan ku ingin kau tahu betapa rapuhnya aku…”
Harapan semu…

Ketika
dia datang dalam hidupku. 
Sejuta harapan selalu memenuhi memoriku.
Dia memberikannya dengan mudah seperti mengobral harapan dan ternyata
harapan itu palsu.

Kucoba untuk tetap bertahan, tapi akhirnya ku rapuh jua. 
Beribu harapan tertimbun hingga ku tak kuasa menopangnya.
Kau membuatku melambung jauh di awan-awan.
Sekejap kau jatuhkan diriku dalam puing-puing reruntuhan hati. Kejam…

Kenapa harapan itu kau berikan padaku?!?
Toh.. akhirnya sirna, bagai matahari yg ditelan bumi dalam senja sore.
Mungkin aku terlalu melankolis.
Mungkin aku terlalu membebani pikiranku…
Benar-benar rapuh…
hatiku yg lembut menjadi sembab karena goresan luka…
Perih yang ku rasakan

relationship without status


here I contemplate the day today
there you smiling with morning
I started running with the wind
and stopped up sinks with the sun


I was finally able to fly freely, with love
though only a relationship, an no uncertain
but I'm sure this will be true love
like the prince, with empress

Here, I wish you alone
without love, now this
that I have you completely
in quiet and all the boredom of life

Selasa, 25 Desember 2012

tips aman naek angkot ala gokil

Sehubungan ∂ƍή marak nỳ∂ kejahatan ϑi angkot akhir ² ΐñΐ 
Berikut TIPS NAIK ANGKOT YANG AMAN BUAT PEREMPUAN: 

1. Pas naik angkot, pegang pintunya.. Naiknya pelan - pelan jangan sok manja pake minta ditolongin supirnya :p 

2. Kalau supir nanya “Mau kemana mbak?” Jangan dijawab “Mau ke hatimu” (Bikin supir galau ajah♥♥) 

3. Walau narsis jangan sampai ngajak supirnya foto bareng, apalagi pake upload tu foto ke facebook (Tepok jidat #:-s ) 

4. Naik angkot gak perlu dandan cantik. Soalnya cuma di FTV kita bisa menemukan sopir angkot ganteng (Seperti Digo:p) 

5. Pas sopir mau pindahin gigi, gak usah sok romantis pake pegang tangan dan tatap matanya (hawdeh;;)) 

6. Kalau duduk di belakang supir gak usah tiba - tiba nutup matanya trus bilang “Tebak aku siapa ?” (Sumpah, ngga banget\=D/) 

7. Kalau sampai tujuan, ucapkan “Kiri, Pir..”. Jangan bilang “Kiri Beib.. ” (Inget loh! :*) 

8. Sepenuh apapun angkotnya jangan duduk di pangkuan supir.. Pokoknya jangan({}) 

9. Terakhir dan terpenting kalau terima uang kembalian, terima aja. Tidak usah pakai cium tangan segala. X_X

1 Heart, 2 Love


tak pernah terpikir dalam asaku
kau akan hadir dalam beribu cinta kasihmu
berjuta rasa sayang  kau limpahkan padaku
terhempas aku dalam buaian cintamu

kini aku tersadar dari semua cinta ini
kau bukan hanya miliku
kau hadir untuk dirinya dalam satu hati
aku tak sanggup untuk jalani itu

satu hati dua cinta
kini kau berikan padaku
tanpa kau berfikir bagaimana perasaanku
sekarang biar waktu yang menjawab
karena aku terlanjur mencintaimu



Aku Dimakamkan Hari Ini


Perlahan,
tubuhku ditutup tanah,
perlahan,
semua pergi meninggalkanku,
masih terjelas langkah-langkah terakhir mereka
aku sendirian, di tempat gelap yang tak pernah terbayangkan,
sendiri menunggu keputusan
Menyesal sudah tak mungkin,
tobat tak lagi dianggap,
dan maafpun tak bakal didengar,
aku benar-benar harus sendiri

Tuhanku,
Jika kau beri akau satu lagi kesempatan,
Jika kau pinjamkan lagi beberapa hari milik-Mu beberapa hari saja…
aku harus berkeliling memohon maaf pada mereka yang selama ini telah merasakan zalimku,
yang selama ini sengsara karena aku,
yang tertindas dalam kuasaku,
yang selama ini telah kusakiti hatinya,
yang selama ini telah aku bohongi
begitu sesal diri ini karena hari-hari telah berlalu tanpa maknapenuh kesia-siaan
Aku dimakamkan hari ini dan semua menjadi tak termaafkan,
dan semua menjadi tak terlambat,
dan aku harus sendiri,
untuk waktu yang tak terbayangkan

Toubat ???

Goresan itu
Mengukir batu jadi saksi
Membisu
Dengan satu kalimat
Aku cinta kamu !!
Penilaian Cinta
Dusun yang sepi
Ada seorang perempuan tua
Dengan suami renta yang buta
Seolah mereka tak berdaya
Mereka hanya berkebun
Itulah kedamaian mereka
Kenapa orang hanya menduga
Padahal mereka punya cinta
Yang tak seorangpun mampu menilainya
Terbujur

Aku terbujur
Di sebuah sudut yang pengap
Hanya coro yang menemaniku
Dia katakan sesuatu padaku
Orang memandang kita hina
Tetapi …
Bisakah kita katakan
Bahwa mereka bijaksana
Biarkan mereka menilai kita
karena kita adalah kita
Kepahitan
Pisau menoreh hatiku
Melukakan perasaan
Menyayat
Menjadikan hidup berubah arti
Saat takdir itu merenggut
Kepahitan adalah realita
Kebahagiaan jadi impian
Akhirpun tak terelakkan
Salam perpisahan

Kini, hatiku tergores kesedihan
Ketika terucap salam perpisahan
Walau air mataku tak berlinang
Bukan berarti suatu kerelaan
Saat-saat langkah terayun
Jarak kita-pun semakin membentang
Akankah semuanya jadi terkenang
Atau hanyut terbawa gelombang
Bahkan mungkin terkubur oleh waktu dan keadaan

Sobat, dalam hatiku ini
Akan tetap membekas suatu kenangan
Kau sungguh baik, supel dan komunikatif
Siapapun mengenalmu pasti akan merindu
Namun untukku, janganlah kau biarkan
Aku terkulai lemas dalam kehampaan
Karena rasa kangenku yang tidak kau harapkan
Gelisah

Gelap malam penuh kesunyian
Lamunan jauh menerawang angkasa
Membukakan pintu-pintu mimpi
Menyibakan tirai-tirai kegalauan jiwa

Bias keremangan memudarkan kasih
Memutar hati menguak arti ilusi
Memedarkan beribu warni cahaya
Membayang menjauh dari arah cita

Katak merengek ikut meresah
Menggugah hati kala gelisah
Air hujan menetes berduka
Membasah bumi ikut bersedih

Gema kegundahan kian bertalu
Gemercik air melantun irama nan merdu
Berhembus angin membelai lembut
Gemerisik suara daun menghibur
Membangkit menggugah kalbu

Meliuk menari rumput nan ayu
Melambai perlahan seolah mengajak
Melepas duka menjemput cinta
Merayu bernyanyi kerinduan
Menyongsong esok akan kebahagiaan

Di Sisi Malam
Ketika kabut tersibak
Rembulan memancarkan sinarnya
Malam yang muram telah berlalu
Makna kegelapan menjadi tertampikan
Nur kebenaran adalah kebenderangan

Saat kepala makin merunduk
Kucium tanah bukti kehinaanku
Sebagai tanda Agungnya sang Khalik

Isak tangisan begitu lirih
Seirama kidung detak jantung
Air mata berderai tak tertahan
Mencapai kekhusukan semakin dalam

Saat dingin semakin menusuk
Disinilah aku semakin mengenal Tuhan

Aku Tak Ragu


Tuhan,
Aku yakin dengan segala kasih-Mu
Dan aku percaya akan semua sayang-Mu
Namun mengapa aku ini ???
Selalu tak tahu diri
Apakah ada sesuatu yang mengunci hatiku ?!
Sehingga aku lupa akan semua cinta-Mu


Tuhan,
Kau pasti selalu mendekapku
Namun aku tempikkan arti kehangatan-Mu
Apakah aku insan tak tahu balas budi ?!
Kurang bersyukur
Selalu mencari dan berharap yang lebih
Bahkan tanpa terasa dan tak tersadari
Mungkin aku memohon selain kepada-Mu


Tuhan,
Andaikan aku selalu bersujud pada-Mu
Dan bersimpuh di dalam rumah-Mu
Tentu Engkau mau menerima tobatku
Namun aku kadang merasa lain
Karena banyak dosa yang kulakukan


Tuhan,
Aku tahu tangisku tak berarti bagi-Mu !!
Kini biarlah aku merenungi semuanya
Dan akan kucari pintu insyafku
Tapi, aku yakin dan tak meragukan
Akan semua ampunan-Mu, Tuhan.

Percakapan Rasio & Hati

Rasio berkata 
“ kenapa kau laukan itu hati?”
“entahlah, hanya itu yang ingin aku katakan” jawab hati.
“apakah aku terlalu ….Egois, emosi atau agresif”,
Lanjut hati.
“sudahlah, mungkin aku yang salah ?,
Aku tidak bisa memantaumu”, lanjut rasio.
“tidak rasio, aku terlalu memaksakan,


Seolah aku tak sadar dengan keadaanku.
Mungkin aku benar-benar lupa dan lalai,
Dan kau menganggapku konyol khan ?”
Kata hati panjang lebar.
“biarlah rasio, apa yang telah aku katakan


Aku yang akan menanggung akibatnya
Aku telah coba melakukan yag terbaik untukku
Walau harus menghancurkan diriku
Asal aku tidak melukakan orang lain
Aku akan tetap berbahagia.


Kau telah mengingatkanku rasio, terima kasih”
Hati menambahkan ungkapannya.
“hati, biarlah semuanya berjalan dengan relita
Mungkin kita harus bersikap sedikit bijak
Tidak usah terlalu berharap”Rasio menambahkan.
“aku setuju rasio” sahut hati.


Lalu keduanya terdiam seolah tidak ada pembicaraan lagi.
Dan begitulah sampai keduanya terlelap dalam tidur karena kelelahan.

7 Hari Di Ladang Tua

Sekian lama aku tak jumpa
Bayangan kerinduan kian terasa
Tak tahan ingin mendengar cerita
Seperti beberapa waktu yang lalu
Ketika kau berkisah di ladang tua

Hari pertama
Kau terdiam tak dapat bicara
Hanya mencucurkan air mata
Saat kucoba menghapusnya
Kau tepiskan tanganku
Waktu itu aku bertanya
Mengapa ???
Namun kau tak kuasa menjawabnya
Tapi aku tahu kau tidak merahasiakannya

Hari kedua
Kau baru menjawabnya
Kau merasa khawatir tentang adikmu
Yang hidup dirantau orang
Kau takut dia tergoda
Oleh bias remang cahaya kota
Namun kau tak kuasa meneruskan cerita
Kau cucurkan lagi air mata

Hari ketiga
Kau melanjutkan ceritanya
Bagiku makan tidak masalah
Hidup di desa tak akan kelaparan
Namun di kota adikku mau makan apa
Justru aku takut adikku dimakan orang
Katanya di kota saat sekarang
Tidak berfikir lagi besok makan apa
Tetapi besok saya mau makan siapa
Kau menangis lagi
Membuang air mata tanda berduka

Hari keempat
Ini tak akan ku lupa
Saat kau merayuku agar menanggapi
Semua cerita tiga hari yang lalu
Aku tak mau untuk bicara
Akhirnya kau meneruskan cerita
Tentang adiknya yang sangat dia cintai
Sampai kini tak kunjung pulang
Kau berharap agar adikmu cepat kembali


Hari kelima
Kau bercerita tentang metropolitan
Yang penuh dengan aktivitas kejahatan
Sikut kiri sikut kanan itu kebiasaan
Apakah adikku selamat dari todongan
Kesombongan dan kekerasan zaman
Kau menangis lagi
Dan tak kuasa cerita lagi

Hari keenam
Aku masih teringat
Saat kau bertutur tentang ibumu
Ketika dia mulai tua renta
Bahkan sampai akhir hayatnya
Kau katakan ibumu adalah keabadian kasih
Tak pandang pamrih
Ikhlas dalam menjaga anak-anaknya
Inikah arti surga di bawah telapak kaki ibu
Kau malah merenung sampai tak cerita apapun lgi

Hari ketujuh
Ini hari terakhir kau bercerita padaku
Karena aku akan ke rantau
Mencari pengalaman ke kota orang
Kau berharp agar aku dapat bertemu dengan adiknya
Dan menyampaikan salam kekangenannya
Sekarang kau akan mencoba untuk melupakannya
Karena adikmu tak memberi kabar berita
Kau ucapkan selamat jalan padaku
Inilah kisah seminggu di ladang tua
Namun sampai kini ku takkan lupa
Dan sekarang akan kucoba mencari adiknya
Untuk membantu temanku disana
Yang selalu berduka tentang adiknya
Berdoalah temanku agar aku menemukannya
Amiin